Tanda Dan Gejala Penyakit Jantung

Seberapa pentingkah fungsi jantung dan pembuluh darah ? Jantung dan pembuluh darah kita bekerja 24jam sehari, 365hari setahun tanpa henti untuk menyalurkan oksigen dan zat-zat makanan ke seluruh tubuh, dan mengangkut hasil pembakaran berupa CO2 dan sisa limbah dari seluruh tubuh untuk dikeluarkan melalui paru-paru, kulit, ginjal dan saluran usus. Jantung yang terhenti selama 10 menit atau lebih sudah cukup membuat seseorang tidak dapat melanjutkan hidupnya.

Faktor-faktor apa saja yang dapat mengganggu / merusak kesehatan jantung dan pembuluh darah ?

  • Merokok (aktif/pasif)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kencing manis
  • Penyakit infeksi, peradangan
  • Kadar kolesterol darah yang tinggi
  • Kelainan jantung/pembuluh darah bawaan
  • Mempunyai riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Usia lanjut, dll

Gejala Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Salah satu keluhan/gejala penyakit pembuluh darah jantung (koroner) adalah berupa nyeri dada atau sesak napas terutama jikalau sedang beraktifitas fisik atau sedang emosional. Nyeri dapat juga dirasakan di daerah punggung, ulu hati, tengkuk, rahang bawah, lengan kiri atau kanan.

Di samping itu dapat berupa debar jantung yang tidak teratur atau tiba-tiba pingsan. Sebagian pasien tidak mengalami keluhan atau tanda dan gejala penyakit jantung sama sekali, dan ada sebagian kecil pasien mengalami kematian mendadak.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Hipertensi

Penyakit jantung hipertensi adalah penyakit jantng akibat dari tekanan darah yang tinggi dan kelainanan metabolisme yang sering menyertai seperti gula darah yang tinggi, asam urat, serta kolsterol yang tinggi. 

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan :

  1. Jantung membengkaka (hipertrofi) yang berakhir dengan payah jantung (heart failure)
  2. Pembuluh darah koroner menyempit
  3. Pembuluh darah otak menyempit/tersumbat yang mengakibatkan stroke
  4. Pembuluh darah ginjal menyempit yang mengakibatkan gagal ginjal

Hipertensi menyebabkan jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang mengejang dan menyempit. Akibatnya, otot jantung menjadi menebal, jantung membesar, dan berakhir dengan payah jantung dimana otot jantung sudah tidak memiliki daya untuk memompa lagi.

Gejala Sakit jantung hiperetensi, jika terjadi pembengkakan jantung, maka penderita akan merasa tidak nyaman pada bagian jantungya. Mereka akan merasa sesak ketika berjalan. Ini adalah tanda-tanda payah jantung. Hipertensi bisa menimbulkan kerusakan di otot jantung dan pembuluh darah sehingga memicu terjadinya oenyakit jantung koroner. Seseorang menderita penyakit jantung hipertendi karena hipertensi saja atau memang karena sudah ada kelaianan pada jantung. Pengobatan yang dilakukan adalah lebih pada mengendalikan hipertensi dan faktor resiko lainnya.

 

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Agar Jantung Tetap Sehat

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, tidak hanya terjadi kepada orang tua saja, namun dini ini penyakit jantung menyerang anak-anak, remaja, dan orang dewasa.  Serangan jantung disebabkan oleh berhentinya aliran darah ke jantung, meskipun hanya sesaat, serangan jantung dapat berakibat sangat fatal bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Jantung merupakan organ yang sangat vital yang dimiliki oleh manusia. Ketika jantung sudah berhenti berdetak, bisa dipastikan nyawa kita sudah terpisah dari raga kita. Bagi sebagian besar manusia tentu menginginkan jantung tetap sehat.
Menjaga jantung agar tetap sehat adalah suatu kewajiban bagi semua umat manusia.

Karena itu, jagalah kesehatan jantung dengan benar tips dibawah ini adalah cara menjaga agar jantung tetap sehat:

  1. Menjaga rutinitas fisik dan berolahraga
  2. Menyeimbangkan jumlah kalori yang didapat dengan aktivitas fisik olahraga
  3. Menurunkan berat badan jika terdapat obesitas
  4. Berhenti merokok dan menghindari orang merokok
  5. Mengontrol tekanan darah
  6. Mengontrol kadar kolesterol darah
  7. Mengontrol kadar gula darah (diabetes)
  8. Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kolesterol, gula dan garam serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Serangan jantung atau dalam bahasa medis disebut infark miokard/ infark miokard akut, terjadi ketika darah yang mengalir ke bagian otot jantung tersumbat. Jika aliran darah terputus lebih dari beberapa menit, sel-sel otot jantung (miokardium) akan mulai rusak/ mati (infark) karena kekurangan oksigen.

Kebanyakan penderita serangan jantung mengalami rasa nyeri yang berlangsung beberapa menit dan bisa pergi kemudian datang kembali. Hal yang harus dilakukan oleh orang terdekat mereka ketika masalah ini datang adalah dengan melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung.

Berikut beberapa gejala serangan jantung :

  • Rasa seperti ditekan, diremas-remas, dan sangat nyeri didada yang bisa menjalar kekedua lengan, punggung, leher, rahang, dan perut.
  • Napas pendek dan tidak teratur, disertai keringat dingin, mual, dan berkunang-kunang.
  • Hilang respon tiba-tiba jika ditepuk bahunya.

Yang harus dilakukan untuk pertolongan pertama pada serangan jantung adalah :

  • Hubungi nomor emergensi seperti ambulans. Dampingi penderita sampai pertolongan datang.
  • Jika diperkirakan ambulans lama, minta petunjuk atau instruksi dari petugas, medis bagamana pertolongan pertama
  • Jika penderita masih sadar, letakkan dalam posisi nyaman, baringkan, kendurkan pakaian terutama disekitar dada
  • Jika penderita tidak sadar, pastikan ia berbaring, bersihkan jalan napas dan kendurkan baju di leher, dada, dan pinggang. Periksa napas dan nadinya jika anda terlatih, lakukan cardiopulmonary resusciation (CPR).
Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Jantung

Ketika serangan jantung sudah menyerang kita, tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain mengobatinya. Ada dua tahap pengobatan yang bisa dilakukan. Pengobatan pertama disebut sebagai pengobatan awal dan yang kedua adalah pengobatan lanjutan.

1. Pengobatan awal 
Pada pengobatan awal penyakit jantung , biasanya diberikan tablet aspirin yang harus dikunyah. Pemberian obat ini akan mengurangi pembentuan bekun darah di dalam arteri koroner. Beta-blocker diberikan untuk memperlambat denyut jantung dan supaya jantung tidak bekerja terlalu lama memompa darah ke seluruh tubuh.

Oksigen seringkali diberikan melalui selang kecil yang dimasukkan ke dalam lubang hidung. Dengan pemberian oksigen, maka tekanan oksigen di dalam darah akan meningkat sehingga lebih banyak oksigen yang sampai ke jantung dan kerusakan jantung dapat diperkecil.

Jika suatu penyumbatan dalam arteri koroner dapat diatasi segera, maka jaringan jantung dapat diselamatkan. Bekuan darah dalam arteri dapat dilarutkan dengan terapi trombolitik, yaitu dengan memberikan streptokinase, urikinase, dan aktivator plasminogen jaringan. Agar efektif, obat ini diberikan secara intravena dalam waktu 6 jam setelah terjadinya gejala serangan jantung.

Pengobatan dini meningkatkan aliran darah pada 60-80% penderita dan bisa meminimalkan kerusakan jaringan jantung. Aspirin (mencegah pembentukan bekuan darah daru platelet) atau heparin (mengehentikan pendarahan) bisa menambah efektivitas dari terapi trombolitik. Terapi trombolitik bisa menyebabkan pendarahan sehingga biasanya tidak diberikan kepada penderita yang :

  • Memiliki pendarahan saluran pencernaan
  • Memiliki tekanan darah tinggi yang berat
  • Baru menderita stroke
  • Baru menjalani pembedahan

Penderita lanjtu usia yang tidak memiliki keadaan tersebut diatas bisa menjalani terapi trombolitik dengan aman. Dan beberapa rumah sakit menggunakan angioplasti atau pembedahan bypass arteri koroner segera setelah serangan jantung.

Nytroglycerin bisa mengatasi nyeri dengan mengurangi beban kerja jantung dan biasanya pada awalnya diberikan secara intravena. Jika obat yang digunakan untuk meningkatkan aliran darah arteri koroner juga tidak berhasil mengurangi gejala serangan jantung, biasanya diberikan suntikan morfin. Morfin juga mengandung obat penenang dan mengurangi beban kerja jantung.

2. Pengobatan Lanjutan 
Seseorang yang baru mengalami serangan jantung harus menjalani tirah baring di dalam ruangan yang tenang selama beberapa hari. Aktivitas fisik dan stres emosional bisa memperberat kerja jantung. Selain itu, pelunak tinja dan pencahar bisa juga digunakan untuk mencegah sembelit. Kecemasan dan deperesi sering terjadi setelah serangan jantung. Kecemasan yang berat bisa membebani jantung sehingga diberikan obat penenang. Selain itu, ACE-inhibitor secara rutin diberikan untuk mengurangi pembesaran jantung yang sering terjadi setelah suatu serangan jantung.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Jantung

Ada banyak hal yang menjadi penyebab serangan jantung. Meski demikian kalau dikerucutkan akan menjadi dua bagian, yang dapat diubah dan yang tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah  ini meliputi usia, gen, usia dan gender. Adapun faktor yang dapat diubah terdiri dari berbagai penyakit kronis, degeneratif, gaya hidup yang kurang sehat, hipertensi, stres, perokok berat, kolesterol tinggi, obesitas, alkohol, diabetes mellitus dan kurang olahraga.

Serangan jantung juga akan timbil akibat beberapa penyebab berikut ini :

1. Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan dan menimbulkan rasa sakit dibagian dada, dan dapat menyebabkan tubuh menjadi kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.

2. Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri jantung. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor bercampur. Ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas berat.

Dari keluhan yang dirasakan penderita, dokter dapat langsung memberikan dugaan apakah itu tanda dan gejala serangan jantung atau bukan. Untuk memperkuat diagnosis, dokter melakukan pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung di penderita. Selanjutnya dokter akan mengirim penderita untuk melakukan pemeriksaan ECG/EKG beserta pemeriksaan darah. Jika penderita masih merasakan nyeri, pemberian obat akan dilakukan sebelum pemeriksaan dilakukan.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Serangan Jantung

Jangan abaikan serangan jantung kalau tidak ingin memperpanjang korban akibat serangan jantung. Ada baiknya kita melakukan berbagai langkah untuk pencegahan. Ini harus kita lakukan sejak dini. Langkah yang bis akita lakukan ialah menerapkan pola makan  yang sehat, pola hidup yang sehat, berhenti merokok, menghindari stres, menghindari dan mengobati hipertensi, mengobati obesitas, melakukan olahraga secara teratur, konsumsi antioksidan, dan mewaspadai faktor genetis.

Dibawah ini beberapa cara mencegah penyakit jantung terjadi adalah dengan :

1. Pola Makan Sehat
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Kurangi menyantap makanan yang digoreng dan banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Sebisa mungkin, makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan.

Hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi, jangan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Sebaliknya, konsumsi gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat, Jaga pola makan agar terhindar dari kegemukan karena sesorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm beresiko lebih besar terkena penyakit ini.

2. Berhenti Merokok
Mengisap rokok tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.

3. Hindari Stres 
Stres memang sulit dihindari. Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon non epinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila kita menghindati stres baik di kantor atau dirumah.

4. Menjaga dan Mengobati Hipertensi
Sebagaimana dijelaskan diatas, problem hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Oleh sebab itu, jagalah diri kita dari kemungkinan serangan hipertensi dengan pola hidup yang sehat dan lakukan pengobatan jika perlu.

5. Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi  atau ketidakharmonisan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan resiko serangan jantung.

6. Olahraga teratur
Kita dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

7. Konsumsi Antioksidan
Polusi udara, asap kendaraan  bermotor, atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

8. Keturunan
Seseorang yang orangtuanya atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 tahun memiliki resiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika kita memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup kita.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Hipertensi

Kaitan antara garam dan tekanan darah tinggi memang ada hubungannya. Orang-orang yang banyak mengonsumsi NaCl memiliki kecenderungan menderita tekanan darah tinggi. Garam (NaCl) memiliki kecenderungan meretensi atau menyerap air sehingga volume darah meningkat dan juga menyebabkan pembuluh darah mengejang/ sensitif.

Biasanya gangguan hipertensi terjadi sejak usia anak-anak. Sebanyak 5% kasus hipertensi tidak diketahui penyebabnya (contohnya hipertensi esensial), tapi nampaknya perubahan metabolisme mempengaruhi timbulnya hipertensi ini. Sedangkan 15% kasus hipertensi disebabkan kelainan ginjal. Jadi jangan heran bila penderita hipertensi sering disertai gula darah tinggi, kolesterol tinggi, atau asam urat yang tinggi.

Sebanyak 85% kasus hipertensi adalah hipertensi primer dimana penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, yang sangat mungkin disebabkan oleh faktor genetik yang dipicu oleh perubahan lingkungan (environtment) atau karena konsumsi garam yang terlalu tinggi, rokok, stres, dan beberapa kelainan metabolisme seperti diabetes.Sebanyak 15% adalah hipertensi sekunder yang penyebabnya jelas, seperti kelainan ginjal (batu ginjal atau radang kronis ginjal).

Hipertensi tidak memiliki gejala. Sakit kepala dan mudah emosi tidak menandakan hipertensi. Hipertensi hanya dapat diketahui debgan mengukur tekanan darah. Faktor resiko penyebab hipertensi selain konsumsi garam yang berlebihan adalah stres dan rokok, tapi umumnya memang garam.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Deteksi Dini Penyakit Jantung

Agak sulit mendeteksi penyempitan di jantung dengan melihat gejala-gejala fisik maupun bantuan diagnostik, karena penyumbatan pembuluh darah koroner yang kurang dari 50% tidak akan memberikan kelainan pada gambaran EKG maupun pemeriksaan treadmill exercise test. Jadi tanda utamanya adalah keluhan sakit dada yang khas disertai peningkatan enzim-enzim jantung seperti CPK-CKMB-Troponinte. Bila itu positif, jelas terjadi suatu penyumbatan koroner. Namun, ironisnya :

  1. Serangan jantung koroner seringkali disebabkan oleh pecahnya bisul, pembuluh darah kecil yang menyumbat kurang dari 50%. Ini terjadi pada kurang lebih 68 kasus. Jika penyumbatannya sampai 90% berarti gradual atau terlihat dengan jelas.
  2. Bisul-bisul yang menyumbat kurang dari 50% tidak memberikan kelainan pada hasil EKG.
  3. Sebanyak 35-40% tanda pertama penyakit jantung koroner adalah sudden death, sedangkan 60% diketahui melalui pemeriksaan EKG maupun teradmill dan MCT scan.

Karena itulah penyakit jantung koroner disebut silent killer, karena terjadinya tiba-tiba dan kadang kala tanda pertamanya adalah kematian mendadak (sudden death).

Bisul pembuluh darah adalah kibat dari ikatan antara butir kolesterol dan radikal bebas yang menyebabkan butir kolesterol tadi berat dan melekat pada dinding pembuluh darah. Itulah cikal bakal bisul pembuluh darah. Jadi orang yang medical check upnya bagus, belum tentu bebas daris serangan jantung koroner.

Pemeriksaan yang sahih saat ini adalah pemeriksaan MCT-scan pembuluh darah koroner dan keteterisasi (angiografi) jantung. Kateterisasi jantng dilakukan dengan cara memasukkan kateter dari pembuluh darah vemoral (pembuluh darah lengan) yakni melalui lipatan paha atau lengan. Kateterisasi dilakukan oleh dokter jantung yang terlatih yang disebut dokter spesialis kardiologi invasif.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Paru

Penyakit jantung paru adalah penyakit kelainan jantung akibat kelainan paru-paru kronis seperti bronkitis kronis, asma, emfisema. Yang terjadi sebetulnya adalah ketidakmampuan paru-paru menyerap oksigen yang menyebabkan payah jantung.

Biasanya penyakit jantung paru ini menyerang orang usia lebih tua. Gejalanya yaitu sesak napas disertai batuk dengan lendir yang banyak, terkadang lendir ini tidak berwarna, terkadang kuning dna berbau busuk karena infeksi.

Pemeriksaan penyakit jantung paru atau PJP adalah rontgent paru dan Faal fungsi paru. Pengobatannya prmer terhadap kelainan paru-paru, yakni dengan memberikan antibiotika, anti TBC, dan oksigen.

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh infeksi kuman streptokokus pada saluran napas. Infeksi ini dapat menimbulkan demam rematik dan merupakan penyebab utama penyakit katup jantung di negara berkembang. Kuman yang melekat padan sel epitel saluran napas memproduksi semacam enzim yang merusak katup jantung, Terjadilah penyempitan katup (stenosis) atau kebocoran katup (insufiensi). Kedua kelainan ini mengakibatkan gangguan aliran darah pada jantung.

Jika jantung penderita mulai membengkak maka si penderita tidungak dapat melakukan aktivitas normal. Penyakit jantung rematik didahului dengan rematik pada lutut karena toksin dari bakteri Beta streptococcus haemolyticus.

Penyebabnya adalah infeksi bakteri Beta streptococcus haemolyticus di saluran napas yang berakibat panjang. Toksin dari bakteri tersebut bisa merusak katup-katup jantung sehingga katup jadi mengeras dan akhirnya bocor.

Gejala penyakit ini ditemukan pada anak-anak dibawah usia pubertas (dibawah 15 tahun) dengan adanya infeksi amandel kronis. Bila penyebabnya kuman beta streptococcus haemolitycus, maka kemungkinan kerusakan pada katup jantung sangat besar. Biasanya infeksi kronis tenggorokan berkaitan dengan rendahnya gizi.

 

Posted in Penyakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment