Deteksi Dini Penyakit Jantung

Agak sulit mendeteksi penyempitan di jantung dengan melihat gejala-gejala fisik maupun bantuan diagnostik, karena penyumbatan pembuluh darah koroner yang kurang dari 50% tidak akan memberikan kelainan pada gambaran EKG maupun pemeriksaan treadmill exercise test. Jadi tanda utamanya adalah keluhan sakit dada yang khas disertai peningkatan enzim-enzim jantung seperti CPK-CKMB-Troponinte. Bila itu positif, jelas terjadi suatu penyumbatan koroner. Namun, ironisnya :

  1. Serangan jantung koroner seringkali disebabkan oleh pecahnya bisul, pembuluh darah kecil yang menyumbat kurang dari 50%. Ini terjadi pada kurang lebih 68 kasus. Jika penyumbatannya sampai 90% berarti gradual atau terlihat dengan jelas.
  2. Bisul-bisul yang menyumbat kurang dari 50% tidak memberikan kelainan pada hasil EKG.
  3. Sebanyak 35-40% tanda pertama penyakit jantung koroner adalah sudden death, sedangkan 60% diketahui melalui pemeriksaan EKG maupun teradmill dan MCT scan.

Karena itulah penyakit jantung koroner disebut silent killer, karena terjadinya tiba-tiba dan kadang kala tanda pertamanya adalah kematian mendadak (sudden death).

Bisul pembuluh darah adalah kibat dari ikatan antara butir kolesterol dan radikal bebas yang menyebabkan butir kolesterol tadi berat dan melekat pada dinding pembuluh darah. Itulah cikal bakal bisul pembuluh darah. Jadi orang yang medical check upnya bagus, belum tentu bebas daris serangan jantung koroner.

Pemeriksaan yang sahih saat ini adalah pemeriksaan MCT-scan pembuluh darah koroner dan keteterisasi (angiografi) jantung. Kateterisasi jantng dilakukan dengan cara memasukkan kateter dari pembuluh darah vemoral (pembuluh darah lengan) yakni melalui lipatan paha atau lengan. Kateterisasi dilakukan oleh dokter jantung yang terlatih yang disebut dokter spesialis kardiologi invasif.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Jantung and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>