Categories
Penyakit

Waspadai Gejala Darah Rendah, Berikut Ini Beserta Cara Menanganinya

Gejala Darah Rendah

Tekanan darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi di mana tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Normalnya, tekanan darah berkisar di angka 120/80 mmHg. Walau terbilang tak begitu serius, bagi golongan tertentu khususnya orang tua, tekanan darah rendah bisa jadi tanda gangguan kesehatan. Maka dari itu, sebaiknya Anda simak gejala darah rendah tersebut berikut ini. 

Gejala Darah Rendah

1. Kepala Terasa Pusing

Saat seseorang mengalami tekanan darah rendah, maka secara umum ia akan merasakan pusing. Gejala ini terutama sekali akan dirasakan saat seseorang bangkit atau berdiri secara tiba-tiba, baik saat ia sebelumnya dari posisi duduk atau pun tidur. Memastikan ketercukupan asupan air atau menghindari dehidrasi merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari gejala ini.

2. Kelelahan

Rendahnya tekanan darah juga akan membuat orang jadi merasa lelah. Lelah ini datangnya tiba-tiba, serta tak disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang dilakukan. Bahkan, seseorang yang cukup tidur dan terpenuhi asupan makannya, akan tetap merasa lelah jika tekanan darahnya sedang rendah. Para ahli banyak mengaitkan antara tekanan darah rendah dengan sindrom kelelahan kronis.

3. Sulit Konsentrasi

Tekanan darah yang rendah akan membuat seseorang jadi sulit untuk berkonsentrasi. Bahkan, saat sedang asyik bekerja, tiba-tiba saja konsentrasi jadi terpecah dan kemudian termenung atau bengong dengan sendirinya. Tak jarang, tekanan darah rendah ini membuat seseorang sulit untuk mengingat detail dari hal yang baru saja dilakukannya. 

Selain 3 gejala di atas, tekanan darah rendah juga menimbulkan gejala lain walaupun terbilang tak terlalu umum terjadi. Gejala tersebut seperti munculnya rasa mual dan pandangan yang mengabur. Jika tekanan darah rendah dialami oleh orang yang mengidap gangguan jantung, gejala seperti pingsan, napas pendek, dan juga depresi juga bisa muncul.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

1. Dehidrasi

Tak tercukupinya asupan air yang diperoleh oleh tubuh akan membuat tubuh kekurangan cairan, kondisi yang disebut dengan istilah dehidrasi. Saat tubuh kekurangan lebih banyak air dibandingkan dengan yang diperolehnya, maka rasa lelah dan pusing pun akan dirasakan. Demam serta aktivitas fisik yang berlebihan bisa jadi pemicu seseorang mengalami dehidrasi.

2. Gangguan Jantung

Seseorang yang mengidap gangguan jantung, sangat berisiko mengalami tekanan darah rendah. Gangguan jantung yang dimaksud seperti bradikardi atau denyut jantung lemah, serangan jantung, dan juga gagal jantung. Tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh adanya gangguan jantung ini umumnya akan diberikan penanganan secara khusus.

3. Kehamilan

Tekanan darah rendah juga rentan dialami oleh ibu hamil. Menurunnya tekanan darah pada ibu hamil disebabkan oleh sistem peredaran darah yang melebar dengan cepat selama kehamilan, alhasil tekanan darah pun jadi menurun. Gejala darah rendah saat kehamilan terbilang normal terjadi, di mana nantinya tekanan darah akan normal dengan sendirinya setelah melahirkan.

Cara Menangani Tekanan Darah Rendah

Saat tekanan darah seseorang sedang rendah, ada beberapa bentuk penanganan yang bisa dilakukan. Pertama, konsumsi lebih banyak garam, dikarenakan garam bisa meningkatkan tekanan darah. Namun, agar lebih aman, konsultasi dengan dokter mengenai kadar garam yang akan dikonsumsi. Kedua, minum air putih lebih banyak untuk mencukupi asupan cairan dan meningkatkan volume darah.

Kemudian, konsumsi obat yang diberikan oleh dokter sesuai dengan resepnya. Obat khusus mungkin akan diberikan oleh dokter, untuk meningkatkan kembali tekanan darah yang rendah. Salah satu obatnya seperti midodrine, obat yang dikonsumsi untuk penderita rendahnya tekanan darah yang merasakan pusing saat bangkit tiba-tiba. 

Ketahui gejala darah rendah, agar penanganan bisa diberikan sesegera mungkin. Walau kondisi tekanan darah rendah ini terbilang umum terjadi dan bisa normal dengan sendirinya, namun tetap saja gejalanya akan membuat aktivitas jadi terganggu. Anda juga bisa melakukan pencegahan dengan menghindari faktor pemicunya, seperti dehidrasi atau kekurangan cairan.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Categories
Penyakit

7 Hal Utama Penyebab Perut Sakit Secara Tiba-Tiba

Penyebab Perut Sakit

Sakit perut merupakan rasa nyeri yang terjadi pada area perut. Rasa nyeri yang terjadi bisa berasal dari otot perut, organ dalam perut, maupun organ dekat perut. Infeksi atau kerusakan organ  menyebabkan nyeri otot perut. Jika nyeri perut tak kunjung pulih penting untuk memperhatikan dari mana tempat rasa sakit datang.  Ini dia 7 penyebab sakit perut secara tiba-tiba.

1. Sembelit

Penyebab sakit perut pertama yang paling sering terjadi adalah sembelit. Jika Anda tidak buang air besar maka tinja akan menumpuk pada usus besar. Bagian bawah perut juga akan memanjang dan kembung sehingga menyebabkan rasa nyeri. Masalah sembelit juga bisa mempengaruhi seseorang pada semua usia.

2. Diare

Rasa sakit pada bagian perut juga bisa disebabkan karena diare. Diare sendiri merupakan buang air besar 3 kali atau lebih dalam sehari. Sedangkan diare akut merupakan masalah yang umumnya berlangsung selama 1 atau dua hari dan akan membaik dengan sendirinya. Namun jika terjadi lebih dari 2 hari, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebab hal yang satu ini mungkin saja merupakan tanda dari infeksi perut atau kondisi serius lainnya. Diare yang berlebihan juga akan menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi dan hilangnya elektrolit penting dalam tubuh. Minum banyak air dengan kandungan elektrolit mampu membantu mengatasi masalah dehidrasi yang terjadi akibat diare.

3. Gastroenteritis atau Flu Perut

Gastroenteritis juga lebih dikenal dengan flu perut. Kondisi ini umumnya menyebabkan diare dan muntah. Flu perut umumnya disebabkan oleh bakteri atau virus. Beberapa gejala lain yang terjadi antara lain seperti mual, demam dan sakit kepala. Jika mengalami gejala tersebut pastikan segera hubungi dokter agar tahu apakah kondisi ini membutuhkan perhatian medis.

4. Radang Usus Buntu atau Apendisitis

Jika Anda sering merasakan sakit pada bagian perut kanan bawah, mungkin Anda memiliki masalah radang usus buntu yang disebabkan karena kondisi peradangan usus buntu tersebut. Apendisitis sendiri terjadi ketika usus buntu diblokir oleh tinja atau zat asing. Jika tidak segera ditangani usus buntu bisa pecah dan menyebabkan infeksi yang menyebar ke dalam tubuh.

5. Infeksi Saluran Kencing

Infeksi saluran kencing juga bisa menyebabkan infeksi ginjal yakni rasa nyeri pada perut yang disertai dengan demam dan nyeri saat buang air kecil. Hal ini disebabkan karena infeksi bakteri dan sering terjadi pada wanita. Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika memiliki tanda-tanda infeksi saluran kencing.

6. Gangguan Pencernaan

Rasa nyeri karena gangguan pencernaan umumnya disebabkan oleh makanan tertentu. Rasa nyeri yang terjadi seperti rasa tidak nyaman di bagian atas perut. Gangguan pencernaan biasanya disebabkan oleh makanan tinggi lemak dan makanan dalam porsi besar. Ketika perut tidak mampu  menahan dan mencerna makanan terkadang akan meluap dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

7. Gastroesophageal Reflux Disease

Gangguan refluks asam lambung merupakan kondisi yang terjadi ketika makanan di dalam perut dipaksa kembali lagi ke kerongkongan. Makanan di dalam perut sudah tercampur dengan asam selama proses pencernaan. Ketika terjadi refluks maka asam kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi panas pada bagian atas perut. Kondisi ini juga sering dikenal dengan maag. 

Itu dia beberapa hal utama penyebab sakit perut yang secara tiba-tiba yang perlu Anda waspadai. Jika mengalami sakit perut yang tak kunjung sembuh, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya beberapa penyakit diatas bisa menjadi salah satu penyebab rasa sakit perut yang Anda alami.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Faktor Penyebabnya Umumnya Bronkitis adalah Asap Rokok, Benarkah?

Faktor Penyebabnya Umumnya Bronkitis adalah

Bronkitis merupakan inflamasi yang terjadi pada saluran udara yang ada dalam paru-paru (bronkus). Walaupun ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun bronkitis juga bisa sangat fatal untuk usia lanjut. Faktor penyebabnya umumnya bronkitis adalah paparan asap rokok yang terlalu sering. Benarkah demikian? Simak penjelasan dibawah ini.

Apa Itu Bronkitis

Bronkitis adalah istilah umum untuk infeksi yang menyebabkan iritasi dan peradangan pada bronkus di paru-paru. Bronkus sendiri adalah saluran pernapasan, yang merupakan cabang dari batang tenggorokan (trakea) yang membawa oksigen ke paru-paru di sisi kanan dan kiri.

Dalam hal ini, dinding bronkus menghasilkan lendir sebagai mekanisme pertahanan tubuh yang memerangkap debu atau partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi. Saat bronkitis terjadi, iritasi dan peradangan menyebabkan dinding bronkus menghasilkan lebih banyak lendir. Tubuh kemudian akan mencoba mengeluarkan kelebihan lendir ini melalui mekanisme batuk.

Penyebab Bronkitis

Jika Anda menderita bronkitis, sel-sel yang melapisi saluran bronkial menjadi terinfeksi. Infeksi biasanya dimulai di hidung atau tenggorokan dan kemudian berlanjut ke bronkus. Saat tubuh mencoba melawan infeksi, bronkus membengkak. Inilah yang menyebabkan dahak atau terkadang batuk kering.

Pembengkakan akan mempersempit saluran udara. Akibatnya aliran udara menjadi terhambat. Akhirnya gejala bronkitis seperti mengi (mengi), sesak di dada dan sesak napas muncul. Penyebab bronkitis bisa dijelaskan menurut jenisnya, yaitu akut dan kronis.

1. Bronkitis Akut

Bronkitis akut adalah peradangan pada lapisan bronkial yang terjadi dalam waktu singkat. Penyebab bronkitis ini biasanya adalah infeksi virus dan bisa sembuh sendiri. Bronkitis akut jarang disebabkan oleh infeksi bakteri. Virus yang sering menyebabkan bronkitis akut antara lain rhinovirus, enterovirus, serta influenza A dan B.

Sekitar 95% dari bronkitis akut pada orang dewasa yang sehat adalah virus. Namun, beberapa kasus bronkitis menunjukkan alergi, iritan, dan bakteri juga bisa menjadi penyebabnya. Iritasi yang dimaksud biasanya terjadi karena menghirup asap, udara yang tercemar, debu, dan sejenisnya.

Dikutip dari American Family Physician, hanya 1-10% kasus bronkitis akut yang disebabkan oleh bakteri. Meski jarang, ada jenis bakteri penyebab bronkitis akut. seperti Mycoplasma pneumoniae, Chlamydophila pneumoniae, dan juga Bordetella pertussis.

2. Bronkitis Kronis

Tidak seperti bronkitis akut dan kronis, ini adalah peradangan yang berlangsung lebih dari 3 bulan selama periode 2 tahun. Kondisi ini bisa berkembang seiring waktu. Peradangan berlanjut dan menyebabkan lendir, radang sel, dan penyempitan atau kekakuan saluran. Sehingga membuat Anda sulit bernapas.

Bronkitis kronis sering dianggap sebagai bagian dari kondisi serius yang disebut penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Ada banyak penyebab bronkitis kronis, namun penyebab tersering adalah terpapar asap rokok, baik aktif maupun pasif. Iritan yang Anda hirup ke saluran pernapasan, seperti kabut asap, polusi industri, dan bahan kimia beracun.

Faktor Resiko Penyebab Bronkitis

Faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan resiko Anda akan terkena bronkitis sebagai berikut :

1. Merokok

Orang yang merokok atau tinggal di dekat perokok lebih beresiko terkena bronkitis akut atau kronis. Memang benar faktor penyebabnya umumnya bronkitis adalah merokok. Namun, bronkitis juga bisa terjadi pada orang yang tidak merokok.

2. Alkohol

Selain merokok, konsumsi alkohol merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya bronkitis. Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan risiko berkembangnya bronkitis dan umumnya dapat mengganggu fungsi paru-paru. Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol juga dapat menggandakan risiko terkena bronkitis.

3. Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah

Sistem kekebalan yang lemah dapat disebabkan oleh penyakit akut lainnya seperti flu atau kondisi kronis yang mempengaruhi sistem kekebalan. Orang tua, bayi dan anak kecil lebih mungkin terkena infeksi, termasuk bronkitis.

Selain merokok, faktor penyebabnya umumnya bronkitis adalah konsumsi alkohol berlebih dan juga sistem imunitas yang lemah. Oleh sebab, Anda perlu melakukan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit bronkitis.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

5 Faktor Penyebab Emfisema yang Bisa Merusak Paru-Paru

Penyebab Emfisema

Penyebab utama penyakit emfisema adalah paparan jangka panjang terhadap iritasi di udara. Emfisema menghancurkan alveolus di paru-paru. Kantung ini akan melemah, akhirnya memecah dan mengurangi luas permukaan paru-paru. Jadi pembagian bagi Anda untuk mengetahui faktor penyebab emfisema yang bisa merusak paru-paru. Ini dia beberapa penyebabnya.

1. Kebiasaan Merokok

Emfisema paling sering dialami oleh perokok. Risiko untuk semua jenis perokok akan terus meningkat seiring dengan jangka waktu dan jumlah tembakau yang dihisap.  Asap rokok menjadi penyebab emfisema dengan 2 cara. Pertama menghancurkan jaringan paru-paru yang menyebabkan penyumbatan. Kedua menyebabkan peradangan dan iritasi saluran udara yang.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika paru-paru yang rusak tidak akan mampu melawan bakteri dengan efektif dan membersihkan paru-paru dari berbagai partikel asing. Penumpukan lendir juga ikut menjadi sarang bakteri organisme lainnya yang bersumber dari makanan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan infeksi pada bagian paru-paru.

2. Sering Terkena Paparan Asap Rokok Orang Lain

Selain perokok aktif, perokok pasif atau juga berisiko terkena penyakit emfisema. Asap tembakau pasir sendiri merupakan asap yang secara tidak langsung dihirup dari pipa, rokok atau cerutu orang lain. Berada di dekat perokok aktif juga ikut meningkatkan risiko terjadinya emfisema. Jadi ada baiknya untuk menjaga jarak dengan perokok aktif.

3. Usia

Meskipun kerusakan paru-paru yang disebabkan karena emfisema berkembang secara bertahap, namun beberapa penderita emfisema yang disebabkan karena tembakau umumnya akan mengalami gejalanya ketika sudah berusia 40 hingga 60 tahun. Usia yang lebih tua memiliki faktor risiko emfisema yang jauh lebih tinggi.

Pada usia ini fungsi paru-paru umumnya akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Jadi sudah menjadi hal yang wajar jika semakin tua orang tersebut maka semakin tinggi pula risiko untuk mengalami kerusakan paru-paru yang menyebabkan emfisema. Untuk itu ada baiknya untuk memulai pola hidup sehat mulai dari sekarang.

4. Paparan Polusi Udara di Dalam dan Luar Ruangan

Menghirup polusi udara di dalam ruangan seperti bahan bakar pemanas, asap dan menghirup polusi udara di luar ruangan seperti knalpot mobil juga ikut meningkatkan risiko penyakit emfisema. Polusi udara bekerja hampir mirip dengan asap rokok. Polutan bisa menyebabkan peradangan pada saluran udara yang bisa berkembang menjadi kerusakan jaringan paru-paru.

5. Pajanan Asap atau Debu

Selain beberapa hal di atas penyebab emfisema lainnya adalah pajanan asap atau debu. Pajanan merupakan menghirup bahan kimia tertentu atau debu dari biji-bijian, kapas, kayu maupun produk pertambangan. Kebiasaan buruk yang satu ini mampu meningkatkan risiko terjadinya penyakit emfisema.

Tahukah Anda ternyata faktor risiko yang satu ini juga terbilang lebih besar dan lebih berbahaya dari paparan asap rokok. Jadi ada baiknya menghindari hal yang satu ini agar terhindar dari masalah emfisema di kemudian hari.

Nah itu dia merupakan beberapa penyebab emfisema yang wajib diwaspadai. Mengingat emfisema merupakan salah satu penyakit yang bisa merusak paru-paru, penting bagi Anda untuk mengetahui faktor penyebabnya agar kita terhindar dari penyakit ini. Selain itu ada baiknya untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat dan rutin berolahraga agar kesehatan paru-paru tetap terjaga.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

5 Gejala Tipes yang Harus Diperhatikan dengan Baik

Gejala Tipes

Tipes adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang sering terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Tipes sendiri diketahui bisa menyebabkan kematian ataupun gejala serius ketika tidak mendapatkan penanganan yang baik. Karena itu mengetahui gejala tipes menjadi penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Bagaimana Tipes Masuk ke Dalam Tubuh?

Penyakit ini sebenarnya bisa masuk melalui beberapa cara diantaranya adalah melalui mulut, gigitan artropoda, atau bahkan melalui luka kecil. Ketika artropoda yang membawa bakteri penyebab tipes ini menggigit, bakteri akan masuk kemudian menyebar melalui darah ke seluruh tubuh. Bakteri tipes juga bisa terbawa urin sehingga sanitasi perlu diperhatikan dengan benar.

Gejala Umum Tipes

Gejala bisa terlihat 6-30 hari setelah infeksi pertama. Sebenarnya, tipes sendiri terbagi menjadi tiga jenis berbeda yakni tipes epidemic, endemic, serta scrub. Ketiganya bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda karena memang penginfeksinya juga berbeda. Tetapi dasarnya, ada beberapa gejala sama yang bisa ditemui dari semua jenis tipes tersebut. Ini dia penjelasannya:

1. Sakit Kepala

Saat terkena serangan tipes, penderita akan mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan utamanya ketika sore hari. Tipes ini sebenarnya bisa menyebar melalui makanan yang dikonsumsi sehingga infeksi pertamanya adalah di lambung atau usus. Sakit kepala yang timbul di sore hari umumnya disebabkan oleh sekresi toksin oleh kuman-kuman yang menginfeksi.

2. Demam

Reaksi tubuh ketika ada hal yang salah adalah dengn menyebabkan demam termasuk ketika terkena serangan tipes. Demam ini merupakan reaksi alami tubuh sebagai bukti sistem imun yang responsif melawan infeksi yang ada. Penderita akan mengalami demam yang tinggi hingga bisa mencapai 40 º Celsius di hari tertentu.

3. Berkeringat

Ketika suhu tubuh meningkat, maka tubuh juga secara otomatis akan mengeluarkan keringat sebagai respon untuk menurunkan suhu. Respon ini adalah respon alami dari otak sehingga Anda jangan terlalu khawatir soal keringat ini.

4. Gangguan Pencernaan

Infeksi pada organ pencernaan sering kali menjadi infeksi pertama sehingga memang seluruh sistem pencernaan bisa terjadi. Gejala tipes ini biasa berupa diare atau sembelit karena memang proses pencernaan yang terganggu. Organ pencernaan juga bisa mengalami gejala yang sangat buruk ketika memang infeksi sudah menyebar.

5. Hilang Nafsu Makan

Nafsu makan hilang ini sering terjadi pada jenis penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi. Ini karena tubuh secara alami akan memberikan sinyal yang membuat saraf pusat melepaskan leptin. Leptin ini adalah jenis hormone yang menyebabkan nafsu makan penderitanya menjadi hilang.

Gejala Berat

Dalam beberapa hari, gejala awal tipes seperti di atas tadi mungkin bisa berkurang bahkan menjadi hilang. Tetapi jangan terlalu senang karena ini dapat menjadi awal dari gejala penyakit yang lebih fatal. Tipes bisa menyebabkan komplikasi yang ketika tidak ditangani dengan baik bisa saja menyebabkan kematian.

Gejala akibat tipes yang sudah tergolong parah bisa menyebabkan robeknya usus sehingga tubuh mengalami pendarahan di dalam. Jantung akan berdetak tidak teratur bahkan hingga muntah darah sangat mungkin terjadi. Tubuh juga akan mengalami gangguan pernapasan karena infeksi bakteri sudah masuk ke dalam saluran pernapasan dan berakibat pneumonia.

Gejala tipes bisa tampak dalam hal yang ringan di awal-awal infeksi tetapi bisa berakibat sangat fatal nantinya. Konsultasi ke dokter perlu segera dilakukan agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat. Pola hidup sehat dan bersih menjadi hal yang sangat perlu dilakukan agar bisa terhindar dari penyakit ini.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

6 Bahaya Sesak Napas yang Harus Anda Waspadai

Bahaya Sesak Napas

Sesak napas adalah kondisi dimana sulit mengambil udara saat bernapas. Sesak napas memang tidak selalu membahayakan. Walaupun demikian, bisa saja bahaya sesak napas menjadi gejala dari beberapa penyakit kronis. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala sesak napas.

1. Emboli Paru

Emboli paru merupakan penyumbatan pada arteri pulmonalis yang memasok darah ke paru-paru. Emboli paru adalah sejenis penyakit kardiovaskular. Emboli biasanya berupa gumpalan darah yang mencegah oksigen mencapai jaringan paru-paru. Emboli paru juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti nyeri dada yang menusuk, pusing, jantung berdebar, dan batuk.

2. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang mempengaruhi kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, virus yang masuk ke paru-paru. Salah satu gejala utama pneumonia adalah sesak napas. Penyakit ini sangat beresiko bagi bayi dan anak kecil, orang berusia di atas 65 tahun, dan orang dengan masalah sistem kekebalan yang lemah.

3. Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan peradangan paru kronis yang menyebabkan terhalangnya aliran udara dari paru-paru. Gejala yang paling umum adalah sesak napas dalam waktu lama (kronis). Gejala lain termasuk batuk, produksi lendir (dahak) dan mengi. PPOK biasanya disebabkan oleh kontak yang terlalu lama dengan gas atau partikel yang sangat kecil.

4. Refluks Asam

Juga dikenal sebagai gastroesofageal reflux (GER), kondisi ini terjadi ketika cairan pahit dari perut masuk ke kerongkongan. Jika Anda mengalami penyakit GER ringan setidaknya dua kali seminggu.

Apabila Anda mengalami kondisi ini setidaknya sekali dalam seminggu. kemungkinan Anda mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD), dimana penyakit ini lebih parah dari refluks asam. Terlepas dari buruknya asam lambung, ketika cairan dari lambung naik ke kerongkongan, iritasi ini akan menyebabkan sesak napas dan nyeri di dada.

5. Pneumothorax

Gangguan kesehatan ini terjadi ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini kemudian memberi tekanan pada bagian luar paru-paru, memaksa mereka untuk rusak. Paru-paru bisa rusak karena berbagai sebab, misalnya dari cedera dada atau penyakit paru-paru seperti pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronik.

Apapun penyebabnya, gejala utama penyakit ini adalah nyeri dada dan sesak napas yang tiba-tiba. Rasa nyeri yang timbul biasanya akan sangat parah dan berada di area paru-paru yang rusak. Dalam beberapa kasus, Anda juga akan mengalami rasa sesak di dada.

6. Covid-19

Di tengah masa pandemi ini, tidak heran rasa sakit apa pun akan dikaitkan dengan COVID-19. Mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala umum dari infeksi virus corona ini adalah demam, batuk, dan sesak napas. Gejala tersebut akan muncul antara 2-14 hari setelah terinfeksi virus.

Jika Anda hanya mengalami demam dan batuk tanpa gejala lain, Anda hanya perlu melakukan karantina mandiri di rumah Anda sendiri. Namun jika mengalami gejala yang lebih parah, seperti sesak napas, dan membutuhkan alat penunjang untuk bernapas, ada baiknya segera ke rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan.

Bahaya sesak napas juga bisa menjadi pertanda kondisi yang semakin memburuk, yang dapat memicu terjadinya pneumonia. Sehingga harus memerlukan perhatian medis yang lebih serius. Hal ini biasanya disertai gejala lain yang juga berbahaya, seperti sesak pada dada kebingungan, tidak bisa bangun, serta bibir atau wajah membiru.

Itulah bahaya sesak napas yang menjadi gejala dari beberapa penyakit yang fatal. Jadi jangan selalu dianggap remeh kalau ada keluarga Anda yang mengalami sesak napas. Walaupun, mudah diatasi, namun tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi keluarga Anda saat mengalami sesak napas.

Ingin mendapat tips menarik mengenai gaya hidup sehat? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee untuk melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

8 Gejala Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

gejala serangan jantung

Serangan jantung bisa menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan. Namun sayangnya banyak sekali orang yang sering mengabaikan gejalanya saat mengalaminya. Terutama pada wanita yang memiliki gejala serangan jantung yang berbeda dari gejala pada umumnya. Agar lebih waspada, ini dia beberapa tanda serangan jantung yang sering diabaikan. 

1. Rasa Nyeri Pada Bagian Bahu, Leher Rahang atau Telinga

Bila Anda mengalami ketegangan atau rasa mati rasa secara tiba-tiba pada area rahang, leher, telinga atau bahu Anda perlu waspada. Sensasi menyakitkan ini bisa menjalar ke area lengan dan akan lebih terasa sakit ketika otot ditarik. Bila Anda tidak melakukan gerakan yang menyebabkan otot seperti ditarik, maka kemungkinan besar Anda bisa mengalami serangan jantung. 

2. Berkeringat dan Kepanasan

Anda perlu waspada ketika merasa kepanasan di tengah cuaca atau ruangan yang sebenarnya tidak terasa panas. Kondisi ini sering disebut dengan hot flash dan sering dialami oleh wanita menopause. Kondisi ini terbilang sulit untuk diidentifikasi apakah merupakan gejala menopause atau salah satu tanda jika Anda mengalami serangan jantung. 

3. Sulit Mengingat dan Konsentrasi

Mungkin Anda sering mengira jika mengalami masalah pada ingatan atau kesulitan memusatkan perhatian merupakan salah satu kondisi yang disebabkan karena adanya kesalahan kognitif sesaat. Namun Anda perlu waspada, sebab kondisi ini juga merupakan salah satu gejala serangan jantung yang sering diabaikan. 

4. Mual dan Gangguan Pencernaan

Masalah mual dan gangguan pencernaan tidak selalu disebabkan karena keracunan makanan. Anda perlu waspada akan gejala tersebut terlebih lagi ketika mengonsumsi makanan yang dapat membuat Anda mual dan mengalami masalah gangguan pencernaan. 

5. Mengalami Kecemasan atau Stres

Sering cemas atau stres juga merupakan salah satu tanda serangan jantung yang sering diabaikan. Stres dan kecemasan secara ekstrem bisa menjadi salah satu tanda serangan jantung. Pasalnya stres mampu mempengaruhi perubahan tubuh dalam cara pembekuan darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan lebih mudah terjadi. 

6. Nyeri Lengan

Serangan jantung juga bisa dimulai dari nyeri pada bagian dada yang kemudian menjalar ke bagian sisi tubuh seperti lengan. Namun hanya ada beberapa pasien yang mengalami nyeri pada lengan yang menunjukkan tanda penyakit jantung. Nyeri lengan sebagai tanda penyakit jantung umumnya disertai dengan kesemutan tanpa ada sebab yang jelas. 

7. Batuk yang Tak Kunjung Sembuh

Batuk memang bukan tanda umum dari masalah jantung. Namun jika Anda termasuk ke dalam orang-orang yang memiliki risiko terkena penyakit jantung, maka batuk yang tak kunjung sembuh dan reda juga bisa menjadi salah satu tanda awal terjadinya serangan jantung yang wajib diwaspadai. 

Pada kondisi ini umumnya batuk disertai dengan lendir putih atau merah muda yang bisa menjadi pertanda adanya penyakit jantung.  Hal ini terjadi ketika jantung tidak bisa memenuhi ritme tubuh sehingga menyebabkan darah bocor dan kembali ke paru-paru. 

8. Kaki Bengkak

Kaki yang mengalami peradangan dan bengkak juga merupakan salah satu pertanda jika organ jantung tidak mampu memompa darah seperti yang seharusnya. Jantung yang bermasalah juga bisa mempersulit ginjal untuk mengeluarkan air dan garam dari tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan bengkak terutama pada bagian kaki. 

Di atas merupakan beberapa gejala serangan jantung umum yang sering diabaikan. Terlebih lagi beberapa gejala di atas tidak terjadi pada area dada. Meski demikian penting bagi Anda untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat dan mengonsumsi suplemen yang mampu membantu menjaga kesehatan jantung. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

7 Cara Mencegah Virus Corona di Tempat Kerja

Cara Mencegah Virus Corona

Normal baru atau new normal kini mulai diterapkan menyusul telah dilakukan pelonggaran pembatasan sosial skala besar di beberapa daerah di Indonesia. Nah, berkaitan dengan hal tersebut maka beberapa sektor akan diizinkan beroperasi kembali secara bertahap salah satunya adalah perkantoran. Berikut ini cara mencegah virus corona di kantor.

Gunakan Masker

Menggunakan masker saat bekerja di kantor merupakan salah satu cara penting untuk mencegah virus corona. Masker dapat melindungi kita dari paparan virus yang terdapat di udara. Maka dari itu, pastikan Anda menggunakan masker dengan cara yang benar mulai dari berangkat ke kantor sampai tiba lagi di rumah. 

Anda juga disarankan untuk membawa masker cadangan selama berada di kantor. Jangan lupa gantilah masker setiap beberapa jam sekali. Namun, perlu diperhatikan saat melepaskan masker, jangan sentuh bagian masker yang bisa saja mengandung kuman. Jika terlanjur menyentuh, segera cuci tangan Anda menggunakan sabun dengan benar. 

Terapkan Jaga Jarak

Terapkan jaga jarak di tempat kerja dengan rekan lainnya minimal 1 meter. Saat ini banyak orang yang terinfeksi virus corona namun tidak bergejala, sehingga lebih baik Anda menghindari kontak langsung dengan orang lain termasuk saat sedang berada di lingkungan tempat kerja.

Penerapan jaga jarak juga perlu Anda lakukan saat sedang melakukan pengecekan suhu tubuh di dalam lift kantor. Sebaiknya, Anda juga perlu menghindari pertemuan sosial di area kantor yang melibatkan banyak orang untuk sementara waktu. 

Bersihkan Area Meja Kerja 

Sebelum memulai aktivitas bekerja, sebaiknya Anda membersihkan area meja kerja agar meja kerja dalam kondisi bersih. Bersihkan barang-barang yang berada di atas meja seperti. keyboard komputer dan telepon dengan menggunakan cairan desinfektan secara berkala karena virus dapat menular melalui cipratan air liur saat batuk atau bersin. 

Bawalah Peralatan Makan Sendiri 

Bawalah peralatan makan seperti sendok, piring dan gelas untuk kebutuhan sendiri. Peralatan-peralatan tersebut sering bersentuhan dengan mulut dan hidung yang merupakan jalan masuk virus corona ke dalam tubuh. 

Mencuci Tangan

Mencuci tangan juga merupakan cara mencegah virus corona yang harus dan wajib Anda lakukan. Cucilah tangan Anda setelah dari toilet, setelah batuk dan bersin, serta sesudah dan sebelum makan. 

Cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Namun, jika sulit menemukan akses air mengalir, Anda dapat membersihkan tangan dengan menggunakan cairan pembersih atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%. 

Mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol dapat membantu membunuh virus yang menempel di permukaan tangan. Pastikan Anda mencuci tangan dengan cara yang benar dan tepat minimal 20 detik.

Menjaga Etika Kebersihan Saat Batuk dan Bersin

Pastikan Anda menutup hidung dan mulut dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin. Cara satu  ini dapat melindungi orang lain di sekitar Anda dari virus corona yang mungkin keluar melalui percikan cairan dari mulut dan hidung.

Hindari Menyentuh Mata, Mulut dan Hidung

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sampai tangan sudah dalam kondisi bersih. Hal ini karena selama berada di tempat kerja Anda mungkin menyentuh benda apa pun yang berada di sekitar Anda. Namun, bisa jadi benda-benda tersebut dapat berisiko meningkatkan penularan virus.

Itulah beberapa cara mencegah virus corona. Namun tak hanya itu saja, Anda juga perlu menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti memenuhi asupan makanan yang bergizi, mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan segera membersihkan diri saat tiba di rumah setelah bekerja. 

Penasaran dengan tips dan trik kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

Gejala Psikosomatik dan Contohnya pada Orang Dewasa

psikomatik dan contohnya

Gangguan psikosomatik ini bisa dialami oleh siapa saja dengan penyebabnya depresi, cemas berlebihan, atau stress. Kondisi ini kadang seringnya tidak disadari akhirnya berlangsung lama dan menjadi semakin parah. Berikut ini gejala psikosomatik dan contohnya yang sering terjadi pada orang dewasa. 

Gejala Psikosomatik yang Dialami

Masalah Pencernaan

Gejalanya mulai ditandai dengan mengalami masalah pencernaan di mana Anda kehilangan nafsu makan. Tidak ada rasa lapar dan rasanya malas untuk makan apa pun. Sembari itu juga akan mengalami mual yang datang tiba-tiba saja, namun bisa hilang dengan sendirinya. 

Lebih buruk lagi, Anda akan mengalami gejala diare tanpa sebab bahkan sampai muntah. Jangan ditunda segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui seberapa serius masalah yang terjadi. Sekaligus bisa mengetahui juga apakah ada yang mengganggu pikiran atau tidak. 

Sakit Kepala

Gejala lainnya yang akan dialami adalah sakit kepala atau ada rasa nyeri di sekitar kepala Anda. Rasa sakit ini terjadi berulang-ulang kali dan membuat Anda merasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas. Bahkan sakit kepala ini membuat Anda tidak bersemangat seharian. Apa lagi jika sedang cemas maka rasa sakitnya akan bertambah parah. 

Jantung berdebar

Saat Anda sedang stres atau banyak pikiran disertai dengan jantung yang berdebar kuat ini merupakan tanda mengalami psikosomatik. Jantung akan berderbar dengan kencang disertai dengan pusing, dan nyeri di bagian dada. Kondisi ini terjadi karena adanya hormon adrenalin yang dilepas ke dalam darah.

Napas Meningkat

Gejala lainnya yang akan dialami saat Anda menderita psikosomatik adalah napas akan meningkat dengan cepatnya. Napas Anda akan tiba-tiba saja meningkat saat mengalami cemas berlebihan, stres, atau panik. Anda akan mengetahuinya dengan keringat dingin di tangan dan rasa nyeri otot juga punggung. 

Contoh Psikosomatik

Khawatir Berlebihan

Salah satu contoh mengalami psikosomatik adalah Anda memiliki rasa khawatir secara berlebihan tentang berbagai hal kecil. Misalnya khawatir dengan akademik atau karier sampai menjadi stress. Selain itu, khawatir secara berlebihan dengan situasi keuangan. Kekhawatiran secara berlebihan membuat Anda menjadi tidak nyaman dan akhirnya berpikiran negative. 

Ketakutan Berlebihan

Rasa takut secara berlebihan merupakan salah satu contoh terkena psikosomatik. Di mana Anda akan merasa takut dengan binatang seperti kecoa, reptile, anjing, atau binatang lainnya. Ketakutan ini membuat Anda menjadi gelisah sendiri sampai binatang tersebut hilang atau pergi.  

Kecemasan di Depan Umum

Psikosomatik dan contohnya bisa dilihat saat Anda mengalami kecemasan secara berlebihan untuk berbicara di depan umum. Bahkan sampai tidak berani mengeluarkan sepatah katapun. Sikap ini disertai dengan tubuh yang menggigil dan berkeringat dingin. 

Fobia Sosial

Contoh lainnya adalah mengalami fobia sosial yang merupakan rasa cemas saat berbicara dengan orang. Saat Anda memilih tidak berbicara juga merasa cemas akan pemikiran orang lain nantinya. Semua rasa cemas atau tidak tenang ini merupakan bagian dari fobia sosial yang kerap tidak disadari. 

Obsesi Berlebihan

Dalam hidup akan ada obsesi yang membuat Anda semangat untuk meraih sesuatu. Hanyas aja obsesi yang terjadi dengan berlebihan menjadi salah satu contoh psikosomatik yang banyak terjadi. Anda memikirkannya terus menerus dan pikiran dihantui tanpa henti.  

Itulah gejala psikosomatik dan contohnya yang harus diwaspadai agar tidak semakin parah. Ingin mendapat tips menarik mengenai gaya hidup sehat? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee untuk melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

8 Cara Mengatasi Susah Tidur secara Alami

cara mengatasi susah tidur

Penyebab sulit tidur sangatlah beragam seperti stres, kecemasan dan kebiasaan tidur yang buruk. Tidak sedikit orang yang mengonsumsi obat tidur untuk membantu mengatasi masalah tidur. Padahal cara tersebut sangat tidak dianjurkan, mengingat obat tidur tergolong obat keras dan perlu direkomendasikan oleh dokter. Berikut adalah cara mengatasi susah tidur secara alami.

1. Mandi Menggunakan Air Hangat

Mandi dengan menggunakan air hangat dapat membuat tubuh lebih rileks dan nyaman. Air hangat juga dapat menenangkan pikiran dan meningkatkan suhu tubuh, lalu akan menurun secara perlahan-lahan dan menyebabkan kantuk. Tambahkan beberapa tetes esensial lavender oil pada air hangat, akan membantu tubuh terasa lebih rileks dan tidur akan lebih lelap. 

2. Hindari Konsumsi Kopi Secara Berlebihan

Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan kinerja jantung dan otak sehingga membuat Anda terjaga lebih lama. Efek kafein dapat bertahan selama delapan jam dalam tubuh Anda. Selain itu, minum kopi secara berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hindari minum kopi setidaknya empat sampai enam jam sebelum tidur 

3. Mematikan Gadget

Cara mengatasi sulit tidur selanjutnya yaitu dengan mematikan seluruh gadget yang Anda miliki. Ketika gadget masih dalam keadaan menyala, akan timbul keinginan untuk terus berselancar di dunia maya. Jika ingin memiliki kualitas tidur yang baik, matikan gadget seperti ponsel dan laptop, karena cahaya yang dihasilkan dari gadget akan membuat Anda terjaga sepanjang malam. 

4. Kurangi Stres

Stres dapat menurunkan relaksasi dan memberikan kontribusi dalam masalah sulit tidur. Jadi cara mengatasi sulit tidur yaitu dengan melakukan beberapa cara yang dapat meredakan stres yang sedang Anda alami. Anda bisa melakukan yoga, meditasi, atau mendengarkan musik yang dapat membuat tubuh Anda lebih relax. 

Terakhir, jangan melihat jam sesaat sebelum tidur. Hal ini dapat memberi tekanan dan meningkatkan rasa khawatir tentang tidur. Dengan mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi akan membantu mempersiapkan tubuh dan pikiran Anda untuk beristirahat.

5. Konsumsi Minuman yang Menenangkan

Saat Anda sulit tidur, cobalah untuk mengonsumsi minuman yang dapat memicu relaksasi seperti, teh chamomile dan susu coklat hangat. Minuman ini sangat bermanfaat, karena dapat melemaskan saraf dan bertindak sebagai obat penenang ringan, sehingga membuat Anda lebih cepat terlelap di malam hari. 

6. Hindari Mengkonsumsi Makanan yang Berat Sebelum Tidur

Cara mengatasi susah tidur selanjutnya adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang berat sebelum tidur. Makan banyak di malam hari atau sesat sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur Anda. Selain itu, makan berat pada malam hari juga sangat tidak baik untuk kesehatan. 

7. Hindari Tidur di Siang Hari

Tidur di siang hari memang tidak dilarang, tetapi Anda hanya perlu mengurangi waktunya saja. Karena selain tidak baik untuk tubuh Anda, tidur siang terlalu lama juga menjadi salah satu penyebab sulit tidur di malam hari. 

Tidur siang yang sehat bagi tubuh yaitu sekitar 10-20 menit saja. Mengapa tidak boleh tidur siang terlalu lama? Karena ketika tubuh merasa cukup beristirahat, pada malam hari Anda akan jauh lebih sulit untuk tidur.

8. Jagalah Suasana Kamar Tidur Tetap Tenang dan Nyaman

Suhu yang ideal untuk kamar tidur adalah antara 20-23 derajat celcius. Jika suhu di bawah itu, dapat mengganggu kenyamanan tidur. Cahaya yang dihasilkan oleh lampu berpotensi membuat otak terus aktif sepanjang malam. Untuk itu, matikanlah lampu-lampu yang tidak digunakan, dan sisakan lampu tidur tetap menyala saat malam hari. 

Itulah tadi beberapa cara mengatasi susah tidur yang alami. Anda bisa melakukannya setiap hari agar kualitas tidur bisa lebih baik. Saat tidur Anda sudah berkualitas, dijamin aktivitas keesokan harinya juga akan lebih baik.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.