Categories
Uncategorized

Memahami Proses dan Siklus Menstruasi Pada Wanita

Beberapa wanita saat sedang menstruasi atau datang bulan rasanya seperti menaiki roller coaster. Di mana saat siklus menstruasi, emosi bisa naik turun kapan pun karena adanya perubahan keseimbangan hormon.

Menurut para ahli, perubahan pada hormon sangat mempengaruhi kondisi wanita secara mental ataupun fisik. Umumnya siklus pada saat menstruasi terjadi kurang lebih selama 28 hari, dihitung saat pertama kali periode haid sampai haid hari pertama selanjutnya.

Walaupun demikian, tidak semua wanita memiliki siklus yang sama, karena siklus dari menstruasi kadang bisa datang lebih cepat atau justru lebih lambat, tergantung dari kondisi setiap wanita.

Memahami Proses Menstruasi Pada Wanita

Berikut ini adalah beberapa proses dari menstruasi yang perlu diketahui, dan ada 4 fase yaitu :

  • Fase Menstruasi
  • Fase Folikular
  • Fase Ovulasi
  • Fase Luteal.

Fase Menstruasi

Pada fase menstruasi ini pada saat tidak adanya proses pembuahan sel telur oleh sperma,  lapisan dinding rahim (endometrium) yang ada kandungan pembuluh darah, sel dinding rahim, dan juga lendir akan keluar melalui vagina.

Fase ini akan dimulai sejak hari pertama menstruasi dimulai dan akan berlangsung kurang lebih 4 sampai 6 hari. Adapun gejala yang akan dirasakan wanita, antara lain :

  • Nyeri area perut bawah dan punggung
  • Kram perut
  • Nyeri otot dan sendi

Fase Folikular

Lalu fase yang kedua adalah fase folikular, fase ini berlangsung di hari pertama menstruasi sampai masuk ke fase ovulasi. Pada fase ini, indung telur memproduksi folikel di mana berisi sel telur. Saat pertubuhan folikel ovarium, dinding endometrium terjadi proses menebal untuk “menyambut” sel telur yang sudah dibuahi sperma.

Fase ini terjadi pada hari ke 10 sampai 28 hari, di mana durasi waktu yang dihabiskan fase ini dapat menentukan seberapa lama siklus menstruasi berlangsung pada wanita. Adapun ciri khusus wanita saat sedang fase folikular, antara lain :

  • Hormon Progesteron menurun
  • Sekresi hormon Estrogen dan Progesteron berhenti
  • Sekresi hormon FSH terpacu

Fase Ovulasi

Fase selanjutnya adalah fase ovulasi, pada fase ini folikel akan diproduksi ovarium dan melepas sel telur untuk bisa dibuahi. Sel telur sudah matang dan akan bergerak lewat tuba fallopi menuju ke rahim. Durasi sel telur ini bertahan hanya 24 jam saja.

Saat sel telur tidak dibuahi oleh sperma, sel telur nantinya akan mati. Namun sebaliknya jika sel telur dibuahi sperma, akan terjadi kehamilan. Fase ovulasi adalah fase yang menandai masa subur seorang wanita, di mana terjadi selama 2 minggu sebelum fase menstruasi berikutnya.

Fase Luteal

Pada saat fase ovulasi berakhir, folikel yang sudah pecah dan mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum. Korpus luteum memicu hormon progesteron meningkat untuk mempertebal lapisan dari dinding rahim

Fase ini juga biasanya dikenal sebagai fase pramenstruasi pada siklus menstruasi, dan umumnya ditandai dengan beberapa gejala antara lain :

  • Payudara membesar
  • Muncul jerawat
  • Badan terasa lemas
  • Mudah marah dan emosional

Seluruh fase yang ada pada siklus ketika wanita menstruasi ini akan terus berputar dan berakhir, dari fase menstruasi sampai luteal dan dimulai lagi ke fase menstruasi. Saat wanita berusia 40 tahun ke atas, siklus menstruasi akan berhenti di mana usia tersebut wanita sudah masuk masa menopause.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *