Categories
Obat

6 Obat Sariawan yang Ampuh Berbahan Alami

obat sariawan yang ampuh

Sariawan merupakan hal yang lumrah terjadi dan dialami mayoritas banyak orang. Meski tergolong tidak berbahaya, namun sariawan dapat mengganggu ketika makan maupun berbicara. Meski dapat hilang dengan sendirinya, mengobati tentu akan lebih mempercepat penyembuhan. Berikut ini 6 obat sariawan yang ampuh dari bahan alami.

1. Air Garam

Air garam termasuk bahan alami yang mampu mengeringkan sakit sariawan. Anda hanya perlu mencampur gelas yang berisi setengah air dengan satu sendok teh garam. Gunakan larutan garam tersebut dengan cara berkumur. Anda dapat berkumur dengan air tersebut selama 15 hingga 30 detik. Anda dapat menambah durasi berkumur jika diperlukan.

2. Madu

Madu adalah alternatif alami untuk mengobati sariawan secara efektif. Kandungan dari madu dapat mengurangi peradangan, mengecilkan sariawan, hingga mencegah adanya infeksi. Pada dasarnya madu memiliki kandungan anti radang dan anti bakteri. Pastikan madu yang Anda pilih adalah madu alami.

Pilihlah madu yang tanpa pasteurisasi seperti Hanuka. Dalam penggunaannya sebagai obat, Anda dapat mencampurkannya ke dalam air maupun dioles pada sariawan secara langsung. Anda dapat mengoleskannya sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Campurkan dengan teh agar khasiatnya lebih terasa dan mempercepat penyembuhan.

3. Chamomile

Chamomile adalah jenis tanaman bunga yang dapat diolah menjadi teh. Tanaman ini mengandung anti radang dan antiseptic yang mampu mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan luka. Anda dapat menggunakan satu kantong teh chamomile yang dikompres air hangat. Gunakan kantong tersebut untuk dikompres ke tempat sariawan.

Jika ingin lebih efektif dalam menyembuhkan sariawan, campurkan larutan teh chamomile dengan satu atau dua sendok teh madu. Anda juga dapat menggunakannya sebagai obat kumur. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur sebanyak tiga hingga empat kali untuk satu hari. Pastikan madu yang Anda gunakan juga alami.

4. Lidah Buaya

Selain sebagai nutrisi dan vitamin bagi rambut, lidah buaya juga dapat digunakan sebagai obat sariawan yang ampuh. Kandungan anti inflamasi di dalamnya dapat digunakan untuk menutup luka sariawan. Selain itu,, tanaman ini juga dapat meringankan rasa sakit. Lidah buaya mampu mencegah sariawan agar tidak muncul kembali.

Dalam penggunaannya untuk obat cukup sederhana. Anda dapat mengoleskannya langsung ke area sariawan dan biarkan sekitar 20 menit. Kemudian bilas dengan air hangat. Ulangi tiga hingga empat kali dalam sehari hingga sariawan hilang. Anda juga dapat mengonsumsinya sebagai jus dan meminumnya sebagai obat sariawan.

5. Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung senyawa antimikroba dan anti radang. Kandungan tersebut membuat minyak ini sangat efektif apabila digunakan sebagai obat sariawan. Beberapa sariawan disebabkan karena infeksi bakteri dan luka pada area mulut. Oleskan minyak kelapa pada titik sariawan hingga beberapa kali dalam sehari hingga sariawan sembuh.

6. Daun Basil

Daun ini sering digunakan di masakan italia. Bentuknya mirip dengan daun kemangi. Selain sebagai penambah cita rasa, daun ini juga dapat digunakan sebagai obat sariawan. Senyawa anti bakteri dan anti inflamasi mampu menurunkan rasa sakit pada sariawan. Kandungan polifenol dan antioksidan yang tinggi juga membantu penyembuhan.

Anda bisa langsung memakannya sebagai obat sariawan dan mendapatkan khasiatnya secara langsung. Alternatif lain, Anda dapat menyeduhnya menggunakan air panas. Seduhan daun basil tersebut kemudian Anda gunakan untuk berkumur. Lakukan setiap hari agar sariawan Anda cepat sembuh dan kesehatan area mulut tetap terjaga.

Berikut tadi adalah 6 obat sariawan yang ampuh dari bahan alami. Umumnya sariawan berasal dari individu yang daya tahan tubuhnya lemah, kekurangan asam folat dan vitamin B12. Dalam kasus tertentu, sariawan juga dapat berasal dari perubahan hormon. Makan makanan yang mengandung vitamin C dan asam folat agar terhindar dari sariawan.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

6 Kebiasaan Buruk Penyebab Ambeien yang Patut Diwaspadai

penyebab ambeien

Ambeien merupakan jenis penyakit yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Masalah kesehatan yang satu ini terasa sangat menyebalkan jika dialami oleh seseorang yang aktivitasnya membutuhkan duduk dalam jangka waktu yang lama. Ambeien juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Nah ini dia  beberapa kebiasaan buruk penyebab ambeien yang patut diwaspadai. 

1. Mengangkat Beban Berat

Kebiasaan mengangkat beban berat juga menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah ambeien.  Meski terkesan sepele namun kebiasaan memindahkan beban berat seperti kursi dan lain sebagainya juga bisa menjadi penyebab ambeien. 

Mengapa bisa demikian? Pasalnya kebiasaan ini dapat meningkatkan tekanan pada rektum sehingga pembuluh darah pada anus menjadi membengkak seperti balon dan menyebabkan masalah ambeien. Jadi pastikan Anda selalu mengangkat beban dengan benar dan pusatkan berat pada bagian lutut dan pinggang. 

2. Olahraga Berlebihan di Gym

Rutin berolahraga memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun jika dilakukan secara berlebihan justru berdampak buruk bagi kesehatan. Olahraga secara berlebihan juga menjadi penyebab munculnya ambeien. Terlebih lagi jika Anda melakukan olahraga angkat beban. Jadi usahakan untuk memilih olahraga yang tidak terlalu berat dan sesuai dengan kemampuan fisik. 

3. Terlalu Lama Buang Air Besar

Kebiasaan buruk penyebab munculnya ambeien selanjutnya yang harus Anda waspadai adalah kebiasaan terlalu lama duduk di kloset untuk buang air besar. Meski terkesan sepele, namun terlalu lama buang air besar juga merupakan salah satu pemicu munculnya ambeien. 

Kebiasaan buruk yang satu ini akan sering terjadi jika Anda sering menggunakan smartphone saat buang air besar. Kondisi yang satu ini dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah di anus sehingga memicu timbulnya wasir. Jika selama ini Anda terbiasa buang air besar terlalu lama, pastikan untuk mulai mengubah kebiasaan buruk tersebut. 

4. Pilihan Makanan yang Tidak Tepat

Selain beberapa hal di atas, kebiasaan memilih makanan yang tidak tepat juga menjadi salah satu pemicu timbulnya ambeien. Terlebih lagi jika Anda sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan kemasan. Pasalnya jenis makanan tersebut akan membuat Anda kekurangan serat dan ikut meningkatkan risiko munculnya ambeien. 

Kebiasaan buruk yang satu ini mampu menyebabkan masalah saat buang air. Jika kandungan serat dalam tubuh terpenuhi dengan baik, maka hal ini akan membuat Anda buang air besar dengan lancar dalam kondisi yang tepat. 

5. Sulit Buang Air Besar

Sulit buang air besar atau sembelit juga merupakan salah satu penyebab munculnya ambeien yang wajib Anda waspadai. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan serat yang rendah, maka akan berujung pada munculnya konstipasi dan tinja yang mengeras. 

Kondisi yang satu ini akan berdampak pada sulitnya buang air besar dan tekanan ini akan ikut meningkatkan risiko  munculnya ambeien. Untuk mengatasi hal tersebut pastikan Anda rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat. 

6. Kehamilan

Perubahan kondisi fisik selama masa kehamilan juga bisa menjadi penyebab munculnya ambeien. Hal ini disebabkan karena tekanan pada perut menyebabkan uterus menjadi membesar. Kondisi ini biasanya disebabkan karena perubahan hormonal dan konstipasi. Untuk mengatasinya Anda bisa mengonsumsi makanan tinggi serat, menjaga asupan air, serta gunakan pembalut tinja. 

Itu dia beberapa kebiasaan buruk yang bisa menjadi penyebab ambeien. Jadi ada baiknya untuk menghindari beberapa kebiasaan buruk tersebut untuk mengurangi risiko munculnya ambeien pada tubuh Anda. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Obat

Cara Konsumsi Cataflam yang Benar Sesuai Anjuran Dokter

cara konsumsi cataflam

Sebelum bicara mengenai cara konsumsi cataflam yang benar. Perlu Anda ketahui kalau cataflam adalah obat yang termasuk dalam golongan NSAID atau obat anti inflamasi non steroid. Obat tersebut mengandung kalium diklofenak, yang berguna dalam pengobatan penyakit yang menyebabkan nyeri sendi atau nyeri haid. Untuk lebih lengkapnya sebagai berikut.

Aturan Pakai Obat Cataflam 

Cataflam umumnya berbentuk tablet yang diminum secara langsung melalui mulut. Cara konsumsi cataflam sama dengan konsumsi obat lainnya yaitu meminumnya dengan segelas air sebanyak 240 ml. Setelah minum obat ini, tidak dianjurkan berbaring setidaknya 10 menit. Ini untuk mencegah Anda tersedak setelah minum obat.

Obat ini juga bisa dikonsumsi dengan makanan atau antasida untuk mencegah gangguan pencernaan. Sayangnya, mencampurkan obat ini dengan beberapa jenis makanan atau minuman bisa memperlambat penyerapan obat ini. Sehingga menggunakan media bantuan air putih adalah langkah yang paling bijak.

Saat tertelan, obat harus ditelan utuh dan tidak dilumatkan atau dikunyah. Ini untuk mencegah lapisan khusus agar tidak pecah pada tablet sebagai akibat dari proses mengunyah atau menghancurkan. Ada kekhawatiran bahwa efek sampingnya akan terjadi begitu lapisan khusus obat ini menghilang.

Dosis obat yang akan Anda konsumsi, tergantung pada kondisi medis Anda, respons terhadap pengobatan, dan obat lain yang diminum. Pastikan untuk memberi tahu dokter dan apoteker Anda tentang semua produk yang Anda konsumsi. Untuk mengurangi resiko efek samping, obat ini harus digunakan dengan dosis efektif terendah untuk waktu sesingkat mungkin. 

Untuk kondisi kronis seperti rheumatoid arthritis. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter atau apoteker Anda. Mungkin diperlukan waktu sekitar 2 minggu penggunaan rutin. Jika Anda menggunakan obat ini secara tidak teratur. Ingat, obat ini bekerja paling baik jika diminum saat tanda-tanda nyeri pertama muncul. 

Anda harus memberi tahu dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik setelah mengonsumsi obat cataflam. Sebelum memulai pengobatan, ikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter atau apoteker tempat Anda membeli obat cataflam. Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker tersebut.

Dosis Konsumsi Cataflam 

Berikut ini beberapa dosis penggunaan cataflam untuk mengatasi berbagai penyakit. Namun, dosis dibawah ini bukanlah acuan untuk pengganti anjuran pakai dari dokter. Melainkan hanya sebagai rekomendasi pemakaian untuk orang dewasa. Untuk lebih lengkapnya sebagai berikut :

  • Dosis yang umum digunakan untuk penderita osteoarthritis cukup dengan 50 mg dan diminum 2 hingga 3 kali sehari. Bisa juga dengan yang memakai 75 mg tetapi cukup mengkonsumsinya 2 kali saja sehari. Usahakan untuk tidak mengkonsumsi obat ini lebih dari 150 mg perhari. 
  • Dosis untuk penderita rematik secara keseluruhan adalah tidak lebih dari 225 mg perhari. Anda bisa mengkonsumsi 50 mg yang bisa Anda minum 4 kali dalam sehari.
  • Bagi Anda yang ingin meredakan nyeri haid, dosis awal yang bisa Anda gunakan adalah 100 mg, namun untuk penggunaan berikutnya bisa 50 mg saja dengan tujuan untuk menyembuhkan yang lebih baik. Dosis total harian secara keseluruhan hanya 150 mg saja. 
  • Dosis yang bisa Anda gunakan untuk meredakan gejala sakit gigi dan juga nyeri otot adalah dengan mengkonsumsi 50 mg dan diminum 3 kali sehari. Anda bisa mengkonsumsi 100 mg untuk pertama kalinya, baru kemudian mengkonsumsi yang dengan dosis 50 mg untuk selanjutnya. Dosis harian total yang direkomendasikan adalah tidak melebihi 150 mg perhari.

Seperti itulah cara konsumsi cataflam yang bisa Anda ikuti sesuai prosedur dari obat ini, beserta dengan dosis yang direkomendasikan untuk meredakan berbagai rasa nyeri. Jika penggunaan obat cataflam tidak bisa meredakan rasa nyeri yang Anda derita. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antre di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat

Berapa Dosis Konsumsi Ibuprofen yang Tepat? Ini Penjelasannya!

dosis konsumsi ibuprofen

Ibuprofen sudah dikenal luas sebagai obat pereda rasa sakit atau painkiller. Penjualannya yang bebas, membuat obat generik ini bisa dengan mudah dibeli dan dikonsumsi kapan pun diinginkan. Namun, tentu saja pengonsumsiannya harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Berikut ulasan mengenai dosis konsumsi ibuprofen yang tepat sesuai dengan keluhannya. 

Dosis Ibuprofen untuk Keram Menstruasi 

Saat seseorang merasakan keram karena menstruasi, bisa coba diredakan dengan mengonsumsi ibuprofen. Dosis yang dianjurkan adalah sebanyak 200 hingga 400 miligram, yang mana pengonsumsiannya setiap 4 jam sekali. Dosis maksimum ibuprofen yang boleh dikonsumsi untuk keluhan ini adalah sebanyak 3200 miligram per harinya. 

Dosis Ibuprofen untuk Rasa Nyeri Ringan dan Sedang 

Jika Anda merasakan nyeri ringan dan sedang pada bagian tubuh, maka ibuprofen bisa dikonsumsi sebanyak 200 hingga 400 miligram setiap 4 hingga 6 jam sekali. Khusus untuk anak-anak yang di atas 6 bulan, dosisnya disesuaikan dengan berat badannya dan harus diawasi dokter. Biasanya, dosis yang diberikan adalah 10 miligram per kilogram berat badan anak, setiap 6 hingga 8 jam sekali. 

Dosis Ibuprofen untuk Demam 

Orang dewasa dan  remaja bisa mengonsumsi ibuprofen sebanyak 200 miligram setiap 4 hingga 6 jam untuk meredakan demam. Sedangkan untuk anak-anak yang menderita demam, dosisnya harus diberikan langsung oleh dokter. Umumnya, penetapan dosis untuk anak-anak ini berdasarkan berat badan serta suhu tubuhnya. 

Dosis Ibuprofen untuk Artritis

Bagi penderita artritis dengan gejala berupa nyeri yang ringan, pengonsumsian ibuprofen yang disarankan adalah sebanyak 200 miligram setiap 4 hingga 6 jam sekali. Jika diperlukan, dosis konsumsi ibuprofen ini bisa dinaikkan hingga 400 miligram setiap 4 hingga 6 jam sekali. Maksimum dosis ibuprofen yang boleh dikonsumsi per harinya adalah sebanyak 1200 miligram. 

Dosis Ibuprofen untuk Osteoarthritis dan Reumatoid Artritis 

Jika penyakit yang diderita adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, maka dosis ibuprofen yang dikonsumsi pun jadi lebih banyak. Setiap harinya, maksimal dosis yang dikonsumsi mulai dari 1200 hingga 3200 miligram, yang mana dikonsumsi 3 hingga 4 kali sehari. Maksimum dosis yang diperbolehkan untuk dikonsumsi adalah sebanyak 3200 miligram per hari. 

Apa yang Terjadi Jika Overdosis Ibuprofen? 

Pengonsumsian ibuprofen secara berlebihan dan tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan, bisa menyebabkan seseorang mengalami overdosis. Efek yang ditimbulkan saat seseorang mengalami overdosis pun tak tanggung-tanggung. Kerusakan bisa saja terjadi pada lambung serta usus, karena mengonsumsi ibuprofen yang terlalu banyak. 

Terjadinya overdosis ibuprofen bisa dideteksi dari gejala yang ditimbulkannya. Gejala ringan yang mungkin timbul seperti telinga yang berdenging, nyeri di ulu hati, mual, muntah, nyeri perut, diare, pusing, dan pandangan yang mengabur. Sedangkan untuk gejala yang beratnya seperti kesulitan bernapas, rendahnya tekanan darah, kejang, sakit kepala luar biasa, hingga koma. 

Gejala overdosis ibuprofen bisa saja tidak terasa sama sekali. Namun, jika sekiranya Anda mengalami gejala tersebut dalam waktu yang bersamaan, hubungilah dokter atau tenaga medis lain sesegera mungkin. Deteksi dini atas overdosis ibuprofen akan bisa menghindarkan Anda dari efek buruk yang akan terjadi pada organ dalam tubuh Anda. 

Itulah tadi penjelasan mengenai dosis konsumsi ibuprofen yang dianjurkan, berikut dengan efek yang akan dialami jika pengonsumsian ibuprofen dilakukan berlebihan. Ingat selalu untuk tetap mengonsumsi ibuprofen dan obat lainnya sesuai aturan dan anjuran dari dokter, agar risiko buruk seperti overdosis bisa Anda hindari. 

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antre di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to Multiverse Article. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!